Sabtu, 10 Oktober 2015

OTAKKU DIBAWA MEMANJAT

Apa yang salah dari lingkungan sosial ku? Dan mereka menjawab kami baik-baik saja,,, mencoba aku keluar dari dunia mereka, 13 bulan aku keluar terpaksa dipaksakan segerombolan bakteri seperti geng geng anak muda yang membully tanpa tujuan. Otak ku diputar oleh anak gadis berusia 12 tahun, fiksi, tapi terasa seperti pegertian materi, mengisi  ruang dan waktu, dikenalkannya aku oleh tokoh-tokoh yang asing, bagiku apalagi bagi lingkunganku yang rasa-rasanya saja mereka masih memperdebatkansiapa presiden pertama republik ini,, salah siapa kah itu?? baiklah lupakan saja salah siapa itu. Aku diajaknya keluar seperti kutu yang memanjat bulu-bulu kelinci,, selama proses memanjatku, dikenalkannya aku oleh pemikiran-pemikiran yang aneh tapi terasa pemikiran-pemikiran itu yang membawa dunia ke dalam roda putaran yang menggerakan dunia itu sendiri,,, mungkin hanya sebagai lelucon bagi lingkungan sosialku. Dan kusadari bahwa tanpa pemikiran itu tidak mungkin dunia akan terasa , terlihat dan terdengar seperti sekarang ini.


Diantarkannya aku kedalam dunia yang menurutku inilah solusi permasalahan dunia,, ide itu begitu brilian bagiku, ide itu begitu menawan, tapi kenapa hari ini ide tersebut menjadi ide yang sangat jahat khususnya di tanah airku. Telah lama kurasa bahwa orang-orang yg tak ingin dunia menjadi baik karena akan mengurangi ojek keserakahan mereka. Ide itu pun mengakui bahwa ide itu pasti akan berubah sesuai jamannya,, takjubku pada itu melewati batas takjubku pada Tuhan ketika aku masih kecil.

Selasa, 11 Agustus 2015

Beritahu saya apa agama itu?

Hari ini, kegiatan berlibur yang rasa-rasanya sudah saya buang tak berarti, mengikis semua kejenuhan saya di bangku kuliah menjadi sedikit jauh dari mengagumkan. Setahun yang harusnya menjadi dua tahun sudah dilewatkan tanpa terasa, yah kecuali berbagai pengalaman seperti menciptakan gelombang-gelombang baru dalam otak yang memaksa perspektif baru dalam memandang dunia dan permasalahannya. Terlebih pengalaman cinta, kisah yang kurang penting tapi selalu mengganggu.

Perspektif? Sudut pandang? jujur saya adalah golongan minioritas dalam memandang dunia, dan anehnya saya sempat bangga karena orang-orang besar yang ada di buku sejarah adalah golongan minioritas, saya memandang dunia dari segi yang rasa-rasanya orang awam akan membuat mereka untuk mengatakan "cepatlah taubat nak". Mungkin pandangan saya terhadap apa yang paling suci dinegara ini yaitu Tuhan dan agamaNya, adalah saya katakan bahwa itu hanya alat politik para pendiri agama atau bahasa yang lebih mudahnya para nabi atau rasul.

Sudah seharusnya kita berdiri membuka mata dan memerdekakan diri dari ikatan agama yang menyuruh kita untuk tetap bersujud sementara kita dalam kotak permainan mereka yang mengalatkan agama.

Apakah saya berdosa Tuhan? bukankah perspektif saya ini berasal dari dariMu, bukankah Engkau maha pencipta segalanya termasuk apa yang saya pikirkan Tuhan? Itupun jika kamu nyata Tuhan.

Mengapa saya seperti itu, berbeda dalam beragama,, karena saya sadar akan keganjilan-keganjilan yang agama kisahkan. Agama yang suci memisahkan kesatuan manusia dengan "perang atas nama Tuhan". Serta masih banyak lagi yang saya anggap minus dalam agama.

Jika saya salah, beritahu saya apa agama itu?