Hari ini, kegiatan berlibur yang rasa-rasanya sudah saya buang tak berarti, mengikis semua kejenuhan saya di bangku kuliah menjadi sedikit jauh dari mengagumkan. Setahun yang harusnya menjadi dua tahun sudah dilewatkan tanpa terasa, yah kecuali berbagai pengalaman seperti menciptakan gelombang-gelombang baru dalam otak yang memaksa perspektif baru dalam memandang dunia dan permasalahannya. Terlebih pengalaman cinta, kisah yang kurang penting tapi selalu mengganggu.
Perspektif? Sudut pandang? jujur saya adalah golongan minioritas dalam memandang dunia, dan anehnya saya sempat bangga karena orang-orang besar yang ada di buku sejarah adalah golongan minioritas, saya memandang dunia dari segi yang rasa-rasanya orang awam akan membuat mereka untuk mengatakan "cepatlah taubat nak". Mungkin pandangan saya terhadap apa yang paling suci dinegara ini yaitu Tuhan dan agamaNya, adalah saya katakan bahwa itu hanya alat politik para pendiri agama atau bahasa yang lebih mudahnya para nabi atau rasul.
Sudah seharusnya kita berdiri membuka mata dan memerdekakan diri dari ikatan agama yang menyuruh kita untuk tetap bersujud sementara kita dalam kotak permainan mereka yang mengalatkan agama.
Apakah saya berdosa Tuhan? bukankah perspektif saya ini berasal dari dariMu, bukankah Engkau maha pencipta segalanya termasuk apa yang saya pikirkan Tuhan? Itupun jika kamu nyata Tuhan.
Mengapa saya seperti itu, berbeda dalam beragama,, karena saya sadar akan keganjilan-keganjilan yang agama kisahkan. Agama yang suci memisahkan kesatuan manusia dengan "perang atas nama Tuhan". Serta masih banyak lagi yang saya anggap minus dalam agama.
Jika saya salah, beritahu saya apa agama itu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar